05 Juli 2010

PEMBANGUAN AULA SEKOLAH ALAM ( BAG.III)

Tahap berikutnya dilakukan pemasangan lantai , pagar dinding dan pengecatannya. Untuk pemasangan lantai ruang induk memakan dana cukup besar, yakni sebesar Rp. 10.000.000,-. dibanding pembangunan dari bahan semen ternyata bahan kayu lebih besar biayanya mengingat harga kayu semakin melambung tinggi, dikarenakan kurangnya ketersediaan kayu di Sumatera Utara ini.
Memang terkadang nggak kebayang gimana caranya mengadakan bahan kayu dengan dana sebesar itu. Sudah beberapa kali mengajukan ke beberapa lembaga amil zakat yang ada di beberapa perusahaan, selalu hasilnya nihil. Entah apa yang ada di dalam benak para pemilik dana itu, yang jelas tidak ada tanda - tanda di respon sama sekali.

Terkadang ada perasaan nelangsa, saat dimana kita dituntut memenuhi desakan masyarakat sekitar kiranya bangunan ini bisa segera selesai, sementara sudah dua bulan lebih anak-anak mereka hanya bisa sekolah di Mushalla yang kecil dan terbatas kapasitasnya. Tentu ada pemberotakan dalam batin, kenapa orang - orang yang punya dana atau di percaya memegang dana ummat ini kok cuek saja, padahal ini jelas -jelas kebutuhan ummat yang riil di bangun untuk masyarakat.

Tetapi selalu saja kita rasakan , bahwa Allah hendak menguji hambanya yang sama- sama berjuang di jalan-Nya. Apakah kita bisa sabar dan tahan ujian. Atau justru kita oleng dan surut kebelakang ? Tak lama kemudian ada - ada saja caranya Allah mengirimkan orang yang dipilihNya untuk membawa bantuan dana pembeli kayu papan lantai dan balok-balok tiang.

Kegembiraan karena datangnya pertolongan Allah dengan datangnya dana untuk membeli kayu itupun dirasakan juga oleh angsa- angsa kami yang kelihatannya semakin gesit dan ceria sambil mengepakkan sayapnya. Angsa - angsa inilah yang selalu melaksanakan piket malam menjaga kayu - kayu yang mahal itu dengan suaranya yang melengking jika ada orang baru memasuki areal kampus kami.

Pada akhirnya lantai pun selesai di pasang sekaligus pagarnya. Desain dinding dengan kayu setengah lingkaran menambah nilai seni tersendiri bagi bangunan Aula Sekolah Alam. Arsitektur pendopo ala jawa hendak dipadu dengan list plank ala melayu atau Sumatera, tetapi belum ada bahannya

Lingkungan sekitar di bersihkan oleh anak - anak TPA dan pengasuhnya untuk memberi kesan rapi dan indah menawan, diharapkan menambah daya tarik lingkungan kampus Sentra Dakwah Hidayatullah ini.

Bangunan yang nampak ini sebenarnya memang belumlah selesai dan belum memadai. Karena sebenarnya rancang bangunnya adalah menggunakan Canopy selebar 3 meter keliling, sehingga akan membuat suasana di dalamnya nanti akan terasa sejuk. Angin yang berhembus akan membuat orang-orang yang masuk didalamnya meraya nyaman dan tidak panas.


Lagi - lagi ditunggu ulurang tangan orang-orang yang baik hati dan dermawan, seberapapun besarannya , insya Allah kalau ada pembaca yang budiman berkenan menggalang dana , semua bisa segera di selesaikan proyek keummatan ini.

Ya........tunggu apa lagi , kalau bukan kita lalu siapa yang akan mau menyesaiakan bengkalai yang masih sisa . walaupun banguan yang ada ini sudah lumayan memadai untuk sebuah kegiatan. Bahkan setelah nongkrong bangunan ini, sudah banyak yang ingin mengunakan Kampus Sentra Dakwah Hidayatullah ini sebagai Tempat kegiatan Out Bound karena memang asri, dan ada pula yang ingin pinjam untuk kegiatan arisan keluarga ataupun paguyuban.


Apa yang kita saksikan dalam foto terakhir ini adalah tamu yang datang membahasakan keinginannya untuk menyelenggarakan Outbond di tempat ini. Mohon Bantuan Semua pihak untuk membantu menyelesaikan Banguan ini yang masih perlu tambahan dana yang cukup besar sehingga semakin memadai untuk tempat kegiatan keummatan ataupun dakwah.

HARI BERENANG DAN BERSENANG-SENANG

Di Sekolah Alam , Taman Kanak - Kanak " YAA BUNAYYA " Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah ( Pondok Pesantren Hidayatullah ) Medan Kota, Sumatera Utara ini, anak-anak diajak belajar dengan cara yang menyenangkan, mereka disalurkan kemana kecenderungannya. Mereka adalah anak - anak yang memiliki berbagai macam kecerdasan ( Multiple Integences ) . Oleh Karenanya tidak boleh ada pemaksaan dalam belajar. Mereka tidak Boleh Di perlakukan seperti Robot, harus mengikuti kemauan guru.

Kegiatan Outing merupakan kegiatan yang yang menyenangkan, mereka bisa berekpresi diri melalui kegiatan ini. Salah satu bentuknya adalah dengan mengajak mereka rekreasi ke kolam renang. Disamping membuat mereka senang, sekaligus melatih dan menguatkan syaraf motorik mereka, serta melatih mereka untuk hidup bekerjasama.

Para guru menjadi fasilitator untuk mengarahkan dan membantu mereka. Kegiatan ini di lakukan di tempat yang agak jauh dari kampus sekolah ini. Biaya tentu ditanggung oleh para orangtua. Tetapi alhamdulillah pihak sekolah selalu mendapatkan pertolongan Allah untuk bisa menemukan cara yang murah dalam pelaksanaan kegiatan.

Para orangtua tak mau ketinggalan , mereka pun ikut semua , dan ternyata kegiatan seperti ini justru menjadi sesuatu yang sebenarnya mereka butuhkan untuk relaksasi di sela-sela kesibukan mengurus rumahtangga yang kadang menjemukan karena rutinitasnya yang serba monoton.

Dengan adanya kegiatan ini, para orang tuapun sebenarnya mengaku di untungkan karena ada yang membuka jalan untuk keluar dari rutinitas yang sangat menjemukan. Karenanya kegiatan ini tidak hanya diminati para anak didik, tetapi juga para orangtua murid.

Keceriaan nampak dari pancaran wajah dan senyum dua siswi yang merupakan anak kembar ini. Biasanya mereka akan bercerita panjang lebar akan pengalamannya mengikuti kegiatan ini kepada papa dan neneknya atau abang - abangnya serta teman - teman bermainnya di rumah.

Tidak hanya anak - anak usia TK saja yang ikut, tetapi ada juga Balita yang ikut PAUD dan anak- anak TPA yang sudah sekolah di tingkat SD. Mereka bergabung bersama dan saling membantu dalam kegiatan.


Kegiatan ini akan terus dicari bentuknya dan macamnya sehingga akan dibuat bervariasi dan semakin menambah pengalaman para peserta didik. Tentu dengan tetap mempertimbangkan biaya yang wajar. Maklum sekolah kita ini masih banyak berorientasi sosial, kita belum bisa pasang harga. Target utama bagaimana masyarakat sekitar kampus yang notabene adalah masyarakat kurang mampu, bisa mensekolahkan anaknya dengan metode pembelajaran yang maju.