Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan

26 Januari 2010

PEMBANGUNAN KAMAR MANDI DAN TEMPAT WUDHU'

Setelah penambahan teras Mushalla Al- Hidayah, Yayasan sentra Dakwah Hidayatulllah memerlukan Tempat wudhu yang permanen agar para jama'ah yang ingin shalat di tempat ini merasa nyaman karena ketersediaan sarana wudhu' dan kamar mandi yang memadai Pembuatan teras Mushala itu sendiri sudah mencapai 90 persen, masih dibutuhkan dana kurang lebih 2 juta rupiah untuk finishing. sedangkan untuk jendela dan dan pintu mUshalla masih menunggu uluran tangan dan partisipasi semua pihak. untuk Jerjak atau Terali besi di butuhkan dana 2 juta juga, selain pintu dan jendelanya sendiri mebutuhkan dana 1, 5 juta.
walaupun hal itu semua bisa menjadi hambatan untuk kenyamanan bagi para jama'ah, apalagi untuk pengajian orang tua maupun TK dan TQA, masih jauh dari memadai, namun pengurus tetap semangat untuk menggiatkan kegiatan di Kampus Sentra Dakwah Hidayatullah ini , utamanya kegiatan - kegiatan yang lebih banyak menggunakan mushalla sebagai tempatnya.

kebutuhan untuk segera membangun kamar mandi dan tempat wudhu menjadi sangat urgen. Alhamdulillah, akhirnya juga bisa dilakukan walaupun di cicil.


Pemasangan keramik kamar mandi misalnya , masih terbengkalai karena kurangnya dana. tetapai Alhamdulillah , karena sesungguhnya pembangunan kamar mandi ini dan Tempat wudhu ini sudah mencapai kurang lebih 60 % .

Pemasangan keramik masih menggu tambahan keramik untuk kamar mandi dan tempat wudhu. Pemlesteran dinding pagar belakang mushalla masih perlu dana banyak untuk menyelesaikannya sehinga nampak rapi dan bersih, enak di pandang dan nyaman bagi para jama'ah yang datang dan shalat di tempat ini.

Untuk pembangunan kamar mandi dan tempat wdhu itu sendiri sudah memakan biasa kurang lebih 20 jt rupiah. Itupun tempat wudhu yang ada baru untuk jama'ah laki-laki, dan untuk jama'ah wanita , masih perlu dana pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu dana kurang lebih sepuluh juta.
Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak , bagaimana penyediaan sarana Wudhu dan kamar mandi ini bisa di selesaikan. Dengan dimikian Yayasan Sentra Dakwwah Hidayatullah Medan ini bisa melayani ummat sebaik mungkin.

Jika ketersediaan Air Wudhu dan Sarananya sudah memadai, insya Allah gerakan dakwah yang akan di komando dari tempat ini bisa kelihatan gaungnya. Masyarakat sekitar sudah merasakan manfaat kehadiran Yayasan ini walaupun sarana masih terbatas.

Tentu dibutuhkan jiwa dermawaan bagi kita semua, karena sesungguhnya Ummat Islam Sumatera Utara ini, khusunya Medan, sangat besar jumlahnya, dan banyak yang di takdirkan oleh Alllah menjadi The Have
Kalau tugas ini bisa di anggkat srcara bersama-sama, seberat apapun tugas ini akan menjadi ringan. Karena sebenarnya kita memilki jumlah penduduk muslim yang besar di Medan ini.
maslahnya adalah apakah memang kita punya kepedulian terhadap nasib ummat Islam yang selalu terbelakang ini, karena kekikiran ummat Islam sendiri.
Sekali Lagi bisa di catat nomor rekening Yaysan ini di Dasbord Blog ini jika anda ingin mengambil peranan Dalam memajukan Dakwah dan Pendidikan.

14 Desember 2009

BERAWAL DARI MUSHALLA KAYU

Keinginan mewujudkan Qaryatan Mubarakah, atau "The Islamic Green Village" sangat kuat, karena memang dalam mendakwahkan Islam Ini butuh peragaan langsung dalam wujud nyata sebuah kawasan yang bisa dilaksanakan di dalamnya syari'ah Islam. Memang untuk menuju cita- cita yang sangat ideal itu butuh pengorbanan yang sangat besar, mulai dari waktu , tenaga dan tentu saja finansial.
Menyangkut waktu, dakwah ini tidak cukup di berikan dengan sisa - sisa waktu saja. Sebab manakala hanya diberikan sisa - sisa waktu saja , tentu hasilnya tidak maksimal. Karenanya harus ada orang orang yang all out untuk menyiapkan seluruh waktunya dalam mempercepat laju gerakan dakwah ini. Dalam bahasa Al-Qur'an orang- orang ini adalah para Fuqara' , yaitu orang yang terikat penuh di jalan Allah untuk mengurus Agama ini. Jadi Fuqara yang dimaksud oleh Al-Qur'an itu bukanlah orang miskin. Ada perbedaan yang jelas antara miskin dengan faqir menurut Al- Qur'an. Dan kita sering keliru memberikan devinisi tentang Faqir itu. Mari kita lihat definisi yang Allah berikan tentang orang-orang Faqir itu :
" Berinfaqlah kamu sekalian kepada orang - orang Faqir, yaitu orang - orang yang terikat oleh Jihad di jalan Allah sehingga Mereka tidak dapat berusaha dimuka bumi . Orang - orang yang tidak tahu mengira mereka itu adalah orang-orang kaya, karena mereka menjaga diri dari meminta-minta. Kamu bisa mengenal mereka dengan melihat ciri-ciri mereka, mereka tidak meminta- minta dengan cara memaksa...." ( QS. Al-Baqarah : 273 )

Disinilah perlunya dakwah ini mendapatkan dukungan semua pihak. baik itu Peperintah, Swast maupun Masyarakat secara umum, dari sisi dana dan dedikasi, partisipasi dan kontribusi, finansial maupun material. Untuk itulah Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Medan Sumatera Utara mengajak semua lapisan masyarakat untuk turut mengambil peranan dalam melajukan gerakan dakwah , pendidikan dan sosial di tempat ini.
Itu memancing keterlibatan semua pihak, diatas lahan seluas kurang lebih du hektar di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Polonia inilah kami memulai derap langkah dakwah ini dengan upaya sedernaha karena keterbatasan dana, untuk membangun mushalla dari bahan kayu.

Meskipun mushalla ini terbuat dari kayu, itu tidak menjadi masalah, yang penting dakwah sudah bisa jalan. dan Alhamdulillah respon masyarakat sekitar yang konon sebelumnya adalah tempat yang kurang kondusif dari sisi moral masyarakatnya, sekarang pelan-pelan menampakkan gairah beragama yang menggembirakan.

Akhirnya Mushalla ini pun perlu perluasan sedikit, mengingat kegiatan yang di dalamnya semakin semarak dan bahkan terkadang dirasakan sudah tidak memadai. Keinginan menjadikan mushalla ini menjadi masjid sudah sering terlintas di pikiran semua teman- teman yang sering berkunjung di tempat ini. Tapi kapan realisasinya tetap kita harus berusaha keras dan mohon perkenan Allah SWT.
Akhirnya Mushalla ini pun di perluas dengan menambah teras depan, untuk menampung jama'ah perempuan sehingga ruang shalat sudah bisa di pisahkan antara laki-laki dengan perempuan. kegiatan pengajian juga bisa dilakukan di beranda mushalla yang berada di tepi danau buatan santri dan pengelola ini.
Alhamdulillah , akhirnya Mushalla mengalami perubahan dengan adanya penambahan teras. Pada akhirnya mushalla ini menjadi pusat kegiatan sekaligus menjadi sarana pertemuan-pertemuan. Inilah yang dinamakan Ajrun Ghairu mamnuun ( pahala yang berlipat ganda ) karena mushalla ini msecara otomatis menjadi bangunan serbaguna.

Tidak banyak dana yang digunakan untuk membangun mushalla sederhana ini, boleh dikata bangunan ini terwujud dari uang recehan saja. Yang menyumbang pembangunannya juga cuma dua atau tiga orang. Tetapi sesedrhana apapun mushalla ini semoga menjadi embriyo bangunan permanen di pinggir kolam yang sangat rekreatif nantinya. oleh karenanya dibutuhkan partisipasi dan kontribusi semua pihak yang diberi kelebihan oleh Allah SWt.

Sudah menjadi kebiasaab di Hidayatullah, bahwa seluruh bangunan yang ada ini dikerjakan oleh warga dan santri tanpa menggunakan jasa tukang dari luar pesantren. Tentunya dengan pertimbangan menekan pembiayaan yang memang sangat kurang. kecuali jika nantinya ada yang berkenan membantu dalam jumlah yang relatif besar, tentu akan ditangani secara lebih professinal.

Hal itu dilakukan lagi-lagi karena Yayasan Sentra dakwah Hidayatullah ( Pondok Pesantren Hidayatullah Medan Polonia ini memang sebuah wadah dakwah miliki ummat Islam. Siapapun punya kewajiban membantu proses pengembangan dan kemajuannya tanpa kecuali asal untuk mewujudkan terlaksananya syari'at Allah dan seluruh aspek kehidupan bangsa ini.

Ust. Sriyono Spd. alumnus IKIP Yogyakarta yang beralih professi menjadi tukang kayu dan tukang batu. Mengapa beliau tidak memilih menjadi pegawai negeri saja ? seperti halnya yang lain, beliau ingin merdeka melaksanakan dakwah dan tidak terikat oleh Instansi atau institusi tertentu yang membatasi gerak angkahnya.

Sedikit- demi sedikit lama-lama menjadi bukit. pepatah itu sangat pas dengan yang terjadi di Sentra Dakwah Hidayatullah Medan Polonia ini. Tidak perlu ngoyo, tetapi jika ada tugas yang mendesak untuk diselesaikan. ya .....semoga kita termasuk hambaNya yang di pilih.
Akhirnya kami mengajak kepada pengujuk Blog ini untuk ikut berpartisipasi lewat : REK. MUAMALAT No. : 0000098120 atas nama Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Medan. Konfirmasi partisipasi di : 081346320765.

05 Desember 2009

GO GREEN SENTRA DAKWAH HIDAYATULLAH


GOO GREEN. Dakwah tidak selalu ceramah, menanam pohon, melakukan penghijauan kampus, mengurangi polusi udara kota ( kebetulan kampus ini ada di tengah - tengah kota, tetapi suasana tetap desa) , memberi kontribusi dalam mengurangi Global Warming ( pemanasan buni ) juga bisa disebut dakwah. dakwah bil haal namanya. kegiatan ini didukung para karyawan PT INDOSAT Medan. Para peserta ketika itu mencapai 80 orang, menanam pohon Mahoni, sebanyak 400 pohon, apokat 100 pohon, dan kelapa gading.