16 Januari 2010

MISSI MUJAHID DAKWAH



Oleh: Dr. Abdul Mannan

Misi Mujahid dakwah adalah amar ma’ruf nahyi munkar, menegakkan kebenaran dan menghindari kemungkaran, di mana pun berada dan bagaimanapun keadaannya. Menyuruh berbuat baik jelas tidak ringan, apalagi mencegah berbuat munkar, jauh lebih berat lagi. Konsistensi dan teladan seorang mujahid dakwah jelas dituntut, baik di rumah tangganya sendiri, di tengah masyarakat, di hadapan penguasa Negara, dan di teratak pertarungan ideology. Dahsyat memang! Tapi semua itu harus ia jalankan demi memperoleh ridha dari Sang Penguasa Langit dan Bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).
Kata seorang sufi kepada anak didiknya, “Engkau lebih baik di benci oleh semua makhluk dai alam semesta dari pada di benci Allah SWT. Bagitu pula engkau lebih mulia di cintai Allah SWT dari pada di cintai makhlluk yang durhaka.”

Pekerjaan dakwah akan diridhai Allah SWT jika didasarkan atas niat karena Allah SWT. Mulai dari memungut sampah di tepi jalan, hingga menegakkan Khilafah Islamiyah. Semua itu dakwah. Itulah peradaban Islam.

Jika dakwah didasari atas dimensi peradaban Islam seperti itu akan mudahlah mencerna ajaran-Nya. Bukan gontok-gontokkan antara umat Islam sendiri. Gontok-gontokkan sesame Muslim bukanlah perangai Islami. Justru akan mencoreng nama baik ajaran Ialam yang mulia.

Dulu, Islam dipentaskan oleh pelaku peradaban Islam angkatan pertama, yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa SAllah (SAW) bersama para sahabatnya, dengan perilaku yang berdab berkat sentuhan iman. Kini, keberadan umat Islam marginal dan semua aspek.

Mengapa marginal? Ini terjadi karena umat Islam yang indah dan mempesona. Lunak dalam penampilan, tegar dalam pendirian, semua itu sudah pudar dari diri umat Islam. Terjadi banyak faksi dalam tubuh kaum Muslim sebagai konsekuensi pudarnya keyakinan.

Sudah waktunya umat Islam bangkit. Dari mana memulainya dan apa patokannya? Jika patokannya dimulai sejak wafatnya rasulullah SAW, lantas di beri nama apa peradaban tersebut? Bukankah peradaban itu dibangin atas dasar ide yang turun dari langit? Bukankah semua pakar peradaban, baik yag bertolak dari pemikiran religi hinggga sekuler, sepakat bahwa peradaban itu di bangun dari ajaran agama?

Dalam hal ini, Hidayatullah telah menetapkan bahwa membangun peradaban Islam dimulai sejak turunya wahyu pertam (al-Alaq). Al- Alaq mengandung metodologi ajaran “kesadaran” akan ber-tuhan dengan benar dan menyadarkan bahwa diri manusia itu penuh limitasi. Oleh karena itulah peradaban Islam dibangun atas dasar ajaran tauhid yang terus menurunkan segala aspek aturan hidup dan kehidupan.

Metode kesadaran yang dieksplorasi dari wahyu pertama ini melahirkan manusia ulung dan agung sepanjang sejarah keumatan. Para sahabat sebagai inner circle mendapat predikat ‘asyaratul kiram (sepuluh sahabat mulia) yang dijamin masuk surga tanpa hisab setelah itu empat puluh sahabat yang lain, dan seratus lima belas sahabat yang lain lagi.

Kader inti Rasulullah Saw tersebut merangkai kekuatan antara Mujahidin (dari Makkah) dan Anshar (penduduk madinah) untuk menjadi satu kekuatan di bawah komando Rasulullah Saw. Kekuatan ini terbukti mampu membebaskan Makkah dari kesyirikan.

Kekuatan ini muncul dari kajian wahyu yang pertama yang refleksinya memancar pada kekuatan spiritual yang di bangun melalui qiyamul lail, tartitul Qur’an, dan dzikir yang kontinyu. Tiga sarana pemberdayaan spiritual ini melahirkan jiwa yang sabar (konsisten) dalam berjuang, hijrah, dan tawakal.

*Sahid Juni 2009


13 Januari 2010

MENJADI VISIONER RELIGIUS

Oleh: Dr. Abdul Mannan

Setiap orang punya beban. Beban itu berbeda-beda, tergantung seperti apa visi dan misi hidupnya. Visi dan misi hidup ini pula yang menentukan seperti apa seseorang menyikapi beban yang terpikul di pundaknya. Jika visi dan misi itu jelas maka beban yang berat terasa tak akan ada masalah.
Andai kita tanya kepada seseorang apa alasan ia memilih visi dan misi tertentu dalam hidupnya, sangat jarang kita temukan alasan yang bersifat fundamental, yang ingin mengubah hidup manusia sejagat. Meski ia tahu keinginan ini tak akan tercapai seutuhnya, minimal ia berusaha mengubah lingkungan di mana ia berada. Itulah visi dan misi seorang pemimpin.
Pertanyaannya, apakah sekarang ini masih ada pemimpin yang berorientasi menyelamatkan manusia sejagat? Jika ada, konsep apa yang akan ia pakai?
Saat ini umat manusia tengah menghadapi kesesatan yang berkepanjangan. Salah satu indikatornya adalah kesenjangan ekonomi yang luar biasa di masyarakat. Yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin. Masyarakat tidak memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah terbangunnya jurang yang dalam antara si kaya dan si miskin itu suatu penyebab? Jelas bukan! Jurang itu adalah dampak, akibat, bukan sebab! Penyebab utamanya adalah sikap manusia yang telah meninggalkan Sang Pemilik Alam Semesta, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT).
Ketika manusia meninggalkan Sang Pencipta, maka berarti ia sudah tergoda untuk mencari landasan hidup yang tidak diajarkan oleh Allah SWT. Itulah landasan hidup yang dikarang oleh manusia sesuai dengan keinginannya. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan kesesatan, kezaliman, dan mengikuti hawa nafsu.
Padahal, manusia punya keterbatasan berpikir, sementara Allah SWT maha luas pengetahuan-Nya. Manalah mungkin buatan manusia bisa mengalahkan buatan Sang Pencipta.
Sejarah telah mencatat hal ini. Perilaku penguasa yang berorientasi dunia berakhir dengan kehinaan. Namrud dan Fir'aun adalah contohnya. Begitu juga Hitler, Stalin, dan Musolini.
Anehnya, kezaliman sebagaimana dipertontonkan para penguasa itu tetap diikuti pula oleh para penguasa dunia sekarang ini. Yang paling tragis, kezaliman itu dipertontonkan oleh mereka yang justru kerap mengampanyekan hak asasi manusia (HAM).
Lihatlah penindasan yang dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya atas Irak dan Afghanistan. Begitu juga kesadisan Israel mengganyang Palestina. Bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai polisi dunia tak berdaya menghadapi mereka.
Rupanya mereka mengamini apa yang diungkap pemikir Barat, Samuel Huntington, bahwa kaum Muslim dengan keimanannya adalah musuh paling berbahaya setelah komunis ambruk. Islam dianggap ideologi berbahaya yang harus segera dijauhkan dari kaum Muslim.
Lalu, apakah ada seorang visioner yang mau memikirkan perdamaian abadi di dunia ini? Pasti masih ada, entah di mana keberadaannya. Alasannya, Allah SWT pasti tidak pasif mengambil tindakan penyelamatan dunia. Dialah yang berkehendak atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan alam semesta in Apakah dunia ini dilestarikan atau dihancurkan, Dialah yang memiliki hak prerogatif.
Seorang visioner yang berniat menciptakan perdamaian dunia hanya bisa bergantung kepada pertolongan Allah SWT. Hanya melalui hidayah-Nya, seorang visioner akan mampu mengekspresikan munajatnya.
Dunia saat ini mengharapkan hadirnya seorang visioner religius yang seluruh urat nadinya teraliri ilham ilahiyah sesuai kehendak Allah SWT. Seorang visioner yang mampu menghentikan kezaliman manusia, mengubahnya dengan tatanan dunia yang terampuni.
Mari; memasuki tahun 2010 ini, kita niatkan dalam hati kita untuk ambil bagian dalam tugas mulia tersebut. Wallahu a'lam. *Sahid Januari 2010

04 Januari 2010

SEKOLAH ALAM : TAMAN KANAK-KANAK QURRATA A'YUN







=======================================================================
PROPOSAL
PEMBANGUAN SAUNG DAN GAZEBO SEKOLAH ALAM
YAYASAN SENTRA DAKWAH HIDAYATULLAH MEDAN

I. DASAR PEMIKIRAN

1. Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mencontoh pola pendidikan Rasulullah SAW. Pada saat itu para sahabat belajar disebuah tempat yang beratapkan pelepah kurma. Tetapi yang menjadi guru adalah Rasulullah SAW. Sosok manusia pendidik yang memiliki kualifikasi nomer satu. Beliau mengajar cara memberikan contoh serta suri tauladan. Karenanya pendidikan yang terbaik adalah manakala sang pendidik mampu menjadi contoh atau suri tauladan yang baik. Tempat Boleh jadi sederhana. Tetapi siswa harus dibentuk agar berperilaku dan berakhlak yang mulia. Dengan kata lain pendidikan yang baik tidak ditentukan oleh karena sarana gedungnya , tetapi lebih di tentukan oleh kualitas guru, metoda yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, dan kurikulum yang ditunjang oleh kelengkapan buku sebagai gerbang ilmu. Orang-orang yang dididik oleh Rasulullah SAW berhasil menjadi khaira ummah ( Ummat Terbaik ) . Sebuah Predikat yang kekal dan terbukti para lulusannya berhasil menjadi pemimpin dimuka bumi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Padahal sekolah mereka adanya di bawah pohon kurma di dekat oase. Kalaupun didalam gedung, itu hanyalah bangunan kecil berukuran 3x4 meter di rumah Arqam bin Al-Arqam.

2. Pada umumnya , ruang kelas di sekolah-sekolah yang ada sekarang ini di kelilingi oleh tembok yang membuat anak didik tidak bisa melihat keluar, sehingga ada jarak dengan alam bebas. Di ruang kelas anak didik cukup belajar dari buku dan ucapan-ucapan guru. Anak-anak boleh jadi sudah mendengar di kelas tentang nama pohon mahoni, pohon waru dan lain - lain, akan tetapi anak-anak itu belum pernah melihat seperti apa pohon mahoni itu. Karena di halaman sekolah atau di kebun sekolah tidak ada pohon mahoni. Yang terjadi kemudian adalah sejenis verbalisme. Verbalisme barangkali bukan merupakan sebuah dosa, tetapi itu adalah kesalahan yang harus dihindari dalam dunia pendidikan kita.

3. Pendidikan yang ada selama ini cenderung mematikan daya kritis dan kreaitivitas anak-anak. Sejak duduk di Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi siswa didik untuk tidak boleh kritis dan kreatif. Anak-anak SD atau TK yang kritis dianggap nakal, atau pembuat onar, hanya karena mereka ingin menyatakan dan menanyakan sesuatu yang mereka belum tahu dan mereka harus tahu.

4. Kejadia menarik berkenaan dengan anak orang gedongan patut kita jadikan contoh illustrasi. Sang anak ini sudah biasa diajak belanja orangtuanya di super market. Suatu hari ditanya : " dari mana asalnya telur ?". Anak itu menjawab : " Dari super Market". Pertanyaannya kemudian adalah :mengapa demikian jawabannya? Tentu kita semua sudah tahu, ya karena anak itu tidak pernah melihat ayam bertelur. Tidak hanya itu saja , di beberapa tempat, ada anak peternak yang tidak akrab dengan lagi dengan sapi dan lain-lain. Karena disekolah tidak ada waktu bagi anak untuk melihat sapi dan ternak lainnya secara kongkrit. Padahal ada sebuah teori yang mengatakan : " Sekali melihat, itu lebih baik daripada seribu kali mendengar" .

5. Pada kenyatannya alam kita menyediakan begitu banyak inspirasi bagi ilmu pengetahuan anak-anak kita. Di alam sudah tersedia alat peraga, di alam sudah tersedia obyek penelitian dan sarana pengembangan kepribadian, bahkan sangat lengkap dan mewah. Kisah penemuan Hukum Gravitasi oleh Newton terjadi ketika dia duduk dibawah pohon apel. Hukum Gaya Angkat Air oleh Archimides diperoleh ketia dia mandi dan menekan-nekan gayungnya. Penemuan Panjang Gelombang dan Frekwensi oleh Enstein diperoleh ketika dia sedang mengamati perubahan warna sinar matahari pada waktu pagi dan sore hari. Konsep Pondasi Cakar Ayam dihasilkan setelah dilakukan pengamatan terhadap akar pohon kelapa di tepi laut. Dan masih banyak lagi penemuan-penemuan yang kesemuanya dihasilkan dari pengamatan di alam terbuka. Alam kita Indonesia amat kaya raya dan lengkap memiliki potensi. Para pujangga menyebutnya : " Zamrut Khatulistiwa ". Namun Ironisnya model pendidikan kita justru menjauhkan anak-anak dari lingkungannya dan membatasinya dalam ruang-ruang kelas yang dikelilingi oleh tembok yang sempit.

6. Dengan melihat realitas diatas maka kami memandang perlu menyelenggarakan Sekolah Alam untuk tingkat Taman Kanak-Kanak ( Pre School ) . Tentunya kami mengajak semua pihak, baik Pemerintah , Swasta maupun Masyarakat untuk turut membantu terwujudnya program mulia ini. Tanpa kerjasama yang baik dari semua pihak dan semua komponen bangsa serta semua lapisan masyarakat rasanya berat untuk merealisasikan megaproyek ini.

II. TUJUAN

1. Memberikan gambaran kepada Masyarakat Medan Khususnya dan Sumatera Utara Pada umumnya bahwa , betapa pentingnya didirikan Sekolah Alam dengan Pola Pendidikan mengikuti Pola yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan Alam sebagai Media sekaligus penyedia inspirasi ilmu Pengetahuan: sebagai media belajar, sebagai obyek penelitia dan sebagai sarana pengembangan kepribadian yang sangat lengkap.

2. Mengajak Pemerintah dan Instansi Sipil, BUMN dan Perusahaan-perusahaan melalui Program CSR nya, Lembaga Amil Zakat lewat Dana Sabilillah-nya, dan para Dermawan , untuk turut mengambil bagian dan peranan , partisipasi dan kontribusinya, dalam upaya mewujudkan program tersebut demi lahirnya generasi berbudi tinggi berakhlak mulia yang akan mengharumkan nama bangsa.

III. NAMA PROYEK

" Pembangunan Saung Dan Gazebo Sekolah Alam Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Medan "

IV. LOKASI PEMBANGUNAN

Pembanguan Sekolah Alam ini berlokasi di Kampsu Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Jl. Mawar Gang Benteng Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Polonia Kotamadya medan.

V. RENCANA ANGGARAN BIAYA
Untuk mewujudkan Bangunan awal Sekolah Alam ini diperkirakan akan memakan biaya : Rp. 21.597.000,- ( Dua Puluh Satu Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupian ) . Biaya ini belum termasuk pengadaan sarana bermain.

VI. REKENING PARTISIPASI DAN DONASI

Bank Muamalat No. : 0000098120 Atas Nama Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Medan

VI. PENUTUP

Demikian Proposal ini Kami susun dengan harapan semoga semua pihak, baik Pemerintah, Swasta dan Masyarakat di Kota Medan Khususnya dan tidak Tertutup kemungkinan Bagi Dermawan Dimana saja di seluruh Negeri ini, berkenan memberikan bantuan, baik moril maupun materiil sehingga program mulia ini bisa segera diwujudkan dalam upaya turut mengambil peranan mencerdaskan anak bangsa

Medan, 30 Desember 2009
YAYASAN SENTRA DAKWAH HIDAYATULLAH
MEDAN SUMATERA UTARA

TTD.

CHOIRUL ANAM S.Sos. I
ketua
===================================================
RENCANA ANGGARAN BIAYA
PEMBANGUN SAUNG DAN GAZEBO
SEKOLAH ALAM TINGKAT TAMAN KANAK-KANAK
YAYASAN SENTRA DAKWAH HIDAYATULLAH
MEDAN SUMATERA UTARA
===================================================
I. TAPAK PONDASI :
1. Bis 40 cm@ Rp.100.000,- x 9 bh. = Rp. 900.000,-
2. Besi mailto:9mm@%20Rp.35.000,- x 6 btg. = Rp. 105.000,-
3. Besi 5 mm @ Rp. 12.000,-x3 btg. = Rp. 36.000,-
4. Kawat Ikat @ Rp.13.000,- x 1 kg. = Rp. 13.000,-
SUB TOTAL = Rp. 1.054.000,-
II. LANTAI
GELAGAR COR ( SLOOB )
5. Besi 9 mm @ Rp. 35.000,- x 16 btg. = Rp. 560.000,-
6. Besi 5 mm @ Rp. 12.000,- x 8 btg. = Rp. 96.000,-
7. Semen @ Rp. 45.000,- x 5 Zak = Rp. 225.000,-
8. Pasir @ Rp. 85.000,- x 1 colt = Rp. 85.000,-
9. Batu Guli @ Rp. 100.000,- x 1 colt = Ro. 100.000,-
10. Kawat ikat @ Rp. 13.000,- x 1 kg. = Rp. 13.000,-
11. Broty 2"x4" @ Rp. 95.000,- x 15 btg. = Rp. 1.425.000,-
12. Papan @ Rp. 65.000,- x 50 lbr. = Rp. 3.250.000,-
SUB TOTAL = RP. 5.754.000,-

III. DINDING
13. Broty 2"x4" @ Rp. 95.000,- x 8 btg. = Rp. 760.000,-
14. Broty 1 1/2" x 3" @ Rp. 55.000,- x 16 btg. = Rp. 880.000,-
15. Broty 1 1/2" x 2" @ Rp. 35.000,- x 31 btg. = Rp. 1.085.000,-
16. Tepas Motif @ Rp. 100.000,- x 9 lbr = Rp. 900.000,-
17. Paku Campur@ Rp. 13.000,- x 3 kg. = Rp. 39.000,-
SUB TOTAL = Rp. 3.664.000,-

IV. RANGKA ATAP
18. Broty 1 1/2" x 3" @ Rp. 55.000,- x 20 btg. = Rp. 1.100.000,-
19. Broty 1 1/2" x 2" @ Rp. 35.000,- x 20 btg. = Rp. 700.000,-
20. Paku Campur @ Rp. 13.000,- x 3 kg = Rp. 39.000,-
21. Papan List Plang @ Rp. 65.000,- x 8 lbr. =Rp. 520.000,-
SUB TOTAL = Rp. 2.359.000,-
V. ATAP
22. Rabung @ Rp. 13.000,- x 12 lbr. = Rp. 156.000,-
23. Atap Seng 6 kaki @ Rp. 50.000,-x 60 lbr. = Rp. 3.000.000,-
24. Paku seng @ Rp. 20.000,- x 10 ktk. = Rp. 200.000,-
SUB TOTAL = Rp. 3.356.000,-
VI. FINISHING
25. Cat minyak @ Rp. 32.000,- x 10 klg. = Rp. 320.000,-
26. Thinner @ Rp. 9000,- x 10klg. = Rp. 90.000,-
27. Ongkos Tukang = Rp. 5.000.000,-

SUB TOTAL = Rp.5.410.000,-


YAYASAN SENTRA DAKWAH HIDAYATULLAH
MEDAN SUMATERA UTARA

TTD.

SRIYONO S.Pd
Bendahara